Selasa, 31 Juli 2012
Seni sebagai Media Pendidikan
SENI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN PENYADARAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP
Dalam hal ini kita akan membicarakan seni untuk seni,tetapi bagaimana
seni secara umum dipakai sebagai media pendidikan penyadaran lingkungan,
dan seni dijadikan makna dari sebuah proses tujuan penyadaran dan pemberdayaan
manusia terhadap persoalan-persoalan lingkungan yang semakin besar dan belum
selesai.
Artinya bahwa seni yang selama ini hanya berbicara tentang estetika saja,
walaupun ada beberapa lembaga atau person sudah melakukan proses penyadaran
dengan media seni, tetapi yang perlu kita refleksikan bersama,adalah bagaimana
dengan media seni ini bisa dijadikan untuk penyadaran lingkungan dengan
pendidikan yang lebih bermakna dan tidak hanya bersifat temporer saja.
Dari persoalan yang yang sedang terjadi saat ini kemungkinan besar akan ada
sebuah jawaban, kalau kita mau menyadari makna dari dimensi seni itu sendiri
yang secara langsung atau tidak langsung kita mensepakati bahwa seni adalah
alat untuk memperhalus perasaan kita dalam bersikap, karena seni adalah
sebuah penerapan dalam menyatakan realitas yang ada dengan perasaan dan
kehalusan hati nurani.
Jadi artinya bahwa seni yang secara sudut pandang filosofi, seharusnya bisa
membantu menyelesaikan persoalan hidup.
Karena seni tidak mempunyai keterpihakan pada siapapun, tetapi seni hanya
akan berbicara sebuah realitas yang ada dalam saat ini tanpa harus takut dengan
mengungkapkan kebenaran, hanya saja kita harus sadari secara bijaksana.
SENI DAN LINGKUNGAN
HIDUP
Kesenian merupakan kebudayaan bangsa yang merefleksikan kepribadian bangsa
atau masyarakatnya, dimana merupakan arti penting dalam proses pembangunan
bangsa dan masyarakatnya secara utuh, material serta spiritual.
Dengan beragam bentuknya,kesenian masih terintegrasi kuat pada masyarakat
dan lingkunganya. Ia lahir dari spontanitas kehidupan masyarakat, atau dengan
kata lain pada dasarnya kesenian adalah ekspresi jiwa seseorang atau masyarakat
untuk berhubungan dengan orang lain dan alam serta lingkungan disekitarnya.
Hal ini dapat sangat menggejala dalam berbagi bentuk kesenian, sebab
ekspresi seseorang dalam berkesenian memerlukan kehadiran orang lain dan
lingkungan (alam) di sekitarnya dalam aktifitas berkesenianya.
Kehidupan seni dan berkesenian seseorang dalam lingkungan alam sekitarnya
merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Karena baik dari diri kita manusia maupun dengan alam ada terjadi semacam
hubungan mesra yang saling memberikan inspirasi bersimbiosis mutualisme untuk
menuju terciptanya suatu karya yang mengarah pada penyadaran diri terhadap
kelestarian alam.
Penegasan bahwa alam semesta merupakan narasumber inspirasi yang begitu
besar dapat kita tinjau dari penyadaran manusia terhadap alam lingkungan masa
lampau.
Dalam budaya lama kita ada suatu atau semacam sikap dan nilai budaya yang
wujud mekanisme antara manusia dengan dimensi spiritual, mereka mempercayai
pada adanya semacam makhluk halus yang apabila marah dapat mencelakakan
bahkan membunuh musuhnya.
Untuk menjaga keselarasan hubungan tersebut, mereka mencoba dengan cara
mendekati kekuatan supranatural yang dipercayainya tersebut dengan cara
memberikan keinginan dan kesenanganya, agar terjaga keselarasan hubungan hidup
antara alam dan manusia.
Makhluk halus semacam itu pada masa lampau dipercaya menghuni pohon-pohon
besar, binatang-binatang yang dikeramatkan, batu-batu besar, gunung-gunung,
sungai dan sebagainya.
Sehingga tidak mengherankan bila dalam karya seni budaya banyak menyerap
dari system ritual, perlambangan, kepercayaan dan sebagainya. Kita dapat
melihat dalam berbagai suku bangsa kita baik dalam bentuk kesenian : seni
lukis, seni tari, seni suara dan banyak sekali yang menyerap sumber inspirasi
dari alam dan sekitarnya serta banyak motif dari flora dan fauna dari alam
sekitarnya.
Inspirasi dari hewan-hewan,burung, serangga, ikan, tanaman, daun dan bunga
sangatlah mempengaruhi berbagai karya seni di berbagai suku bangsa kita, bahkan
sampai sekarang.
Jadi kita lihat bahwa dalam konsep berkesenian budayanya pada diri manusia
terjadi hubungan yang sangat mesra antara manusia dan alam lingkunganya.
Dengan sikap budaya yang arif seperti ini justru sebagai pendorong pada
manusia agar alam tidak punah dan rusak. Dari sini terlihat bahwa sebenarnya
diantara manusia pada masa itu dengan alam sekitarnya, dengan berbagai cara dan
melalui proses berkesenian dan berbudaya telah menciptakan suatu hubungan
kausal yang sangat mesra dengan alam disekitarnya.
Kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan ini timbul karena pengalaman
hidup mereka, dimana manusia hidup ditengah alam beserta semua isinya.
Kesadaran akan kearifan ini kemudian dibungkus oleh berbagi mitos dan
kepercayaan, yang apabila dilanggar akan membuat mereka kualat terhadap alam
sekitarnya.
Kita harus dapat memaklumi hal ini karena pada masa itu tidak ada jalan
lain yang terbuka untuk menimbulkan budaya rasional untuk keperluan pelestarian
lingkungan hidup.
Proses yang terjadi pada alam belum dirumuskan data-data ilmiah melalui
analisis tetek bengek seperti yang terjadi pada jaman sekarang ini.
Senin, 30 Juli 2012
Minggu, 29 Juli 2012
Minggu, 22 Juli 2012
Patung "Orang Berdoa" yang terbuat dari "SABUN"
Langkah-langkah Pembuatan:- Langkah pertama yang kita lakukan adalah menyiapakan peralatan yang akan digunakan.
- Langkah yang kedua gunakan paku atau jarum untuk mulai membentuk sabun menyerupai objeknya.Sebaiknya anda hati-hati apabila mulai membentuknya,karena apabila salah sedikit anda harus mengulangnya dengan menggunakan sabun baru. Namun jangan cemas karena sabun batangan harganya terjangkau.
Langganan:
Postingan (Atom)
















